Skip to main content

Contoh sistem FIFO, LIFO, AVCO, dan FEFO dalam flow barang dagangan



Mengatur keluar masuknya barang di toko kelontong adalah hal yang harus diperhatikan dan juga perlu dilakukan pencatatan dengan jelas seperti kita bahas pada artikel sebelumnya. Mengapa pencatatan ini penting, agar kita dapat mengetahui persediaan barang di rak gudang beserta harga yang berlaku. Dalam mengatur stok barang dagangan, kita mengenal beberapa sistem diantaranya FIFO, LIFO, FEFO, dan AVCO. Masing-masing sistem manajemen barang tersebut dapat diterapkan dengan model pencatatan Perpetual ataupun Periodik.
Sebelum kita bahas bagaimana contoh sistem flow barang dagangan, akan sedikit kami jabarkan tentang sistem pencatatannya dalam akuntansi sederhana. Sistem pencatatan persediaan Perpetual mencatat persediaan barang dagangan dan harga pokok penjualan yang diperbarui terus-menerus pada setiap transaksi jual beli. Dalam sistem persediaan Periodik, persediaan barang dagangan dan harga pokok penjualan tidak diperbarui terus menerus. Sebaliknya pembelian dicatat pada akun pembelian dan setiap transaksi penjualan dicatat melalui jurnal tunggal.

FIFO / First In, First Out       

Barang Yang Pertama Masuk, Barang yang Pertama Keluar. Sistem manajemen ini biasanya diterapkan pada barang-barang yang memiliki standart mutu dan kualitas berdasarkan waktu simpan. Semakin lama disimpan maka mutu barang tersebut akan menurun, sehingga barang yang masuk dalam toko pertama kali maka akan dijual terlebih dulu. Contoh barang dagangan yang menggunakan sistem FIFO antara lain telur, beras, bahan makanan. Cara mudah melihat sistem ini adalah sistem antrian customer servis, yang datang duluan akan dilayani terlebih dulu.

Contoh Pembukuan FIFO ---------------------------------------------------------------------------------
Gunakan informasi berikut untuk menghitung nilai persediaan toko pada 31 Maret dan harga pokok penjualan selama bulan Maret dengan FIFO periodik dan FIFO perpetual.

Mar 1
Persediaan awal
68 unit @ Rp. 15.000 per unit
5
Pembelian
140 unit @ Rp. 15.500 per unit
9
Penjualan
94 unit @ Rp. 19.000  per unit
11
Pembelian
40 unit @ Rp. 16.000 per unit
16
Pembelian
78 unit @ Rp. 16.500  per unit
20
Penjualan
116 unit @ Rp. 19.500  per unit
29
Penjualan
62 unit @ Rp. 21.000 per unit

Pembukuan

FIFO Periodik

Unit tersedia untuk dijual
= 68 + 140 + 40 + 78
= 326
Unit terjual
= 94 + 116 + 62
= 272
Unit di akhir persediaan
= 326 − 272
= 54




Harga Pokok Penjualan
Unit
Harga /unit
Total
Penjualan dari persediaan 1 Mar
68
Rp. 15.000
Rp. 1.020.000
Penjualan dari pembelian 5 Mar
140
Rp. 15.500
Rp. 2.170.000
Penjualan dari pembelian 11 Mar
40
Rp. 16.000
Rp.    640.000
Penjualan dari pembelian 16 Mar
24
Rp. 16.500
Rp.    396.000

272

Rp. 4.226.000




Persediaan akhir
Unit
Harga /unit
Total
Persediaan dari pembelian16 Mar
54
Rp. 16.500
Rp. 891.000

 disini

FIFO Perpetual

Tanggal
Pembelian
Penjualan
Balance
Unit
Harga /unit
Total
Unit
Harga /unit
Total
Unit
Harga /unit
Total
Mar 1






68
15.000
1,020.000
5
140
15.500
2,170,000



68
15.000
1,020.000







140
15.500
2,170,000
9



68
15.000
1,020,000
114
15.500
1,767,000




26
15.500
403,000



11
40
16.000
640,000



114
15.500
1,767,000







40
16.000
640,000
16
78
16.500
1,287,000



114
15.500
1,767,000







40
16.000
640,000







78
16.500
1,287,000
20



114
15.500
1,767,000
38
16.000
608,000




2
16.000
32,000
78
16.500
1,287,000
29



38
16.000
608,000
54
16.500
891,000




24
16.500
396,000





LIFO / Last In, First Out

Barang Yang Masuk Terakhir, Barang Yang Lebih Dahulu Keluar. Sistem manajemen ini biasanya digunakan untuk barang-barang yang dijual berdasarkan mode yang sedang tren, atau berdasarkan update teknologi terbaru. Barang yang terakhir masuk merupakan barang yang sedang diminati konsumen saat ini, dan akan popularitasnya akan meredup seiring berjalannya waktu. Contoh barang dagangannya antara lain : pakaian, buku, handphone, barang elektronik, aksesoris, dll.
Contoh Pembukuan LIFO ----------------------------------------------------------------------------------------------------
Gunakan LIFO pada informasi berikut untuk menghitung nilai persediaan akhir dan harga pokok penjualan Maret
Mar 1
Persediaan awal
60 unit @ Rp. 15.000
5
Pembelian
140 unit @ Rp. 15.500
14
Penjualan
190 unit @ Rp. 19.000
27
Pembelian
70 unit @ Rp. 16.000
29
Penjualan
30 unit @ Rp. 19.500

Pembukuan

LIFO Periodik

Unit tersedia untuk dijual
= 60 + 140 + 70
= 270
Unit terjual
= 190 + 30
= 220
Unit di akhir persediaan
= 270 − 220
= 50




Harga Pokok Penjualan
Unit
Harga /unit
Total
Penjualan dari persediaan  27 Mar
70
Rp. 16.000
Rp. 1,120,000
Penjualan dari pembelian 5 Mar
140
Rp. 15.500
Rp. 2,170,000
Penjualan dari pembelian 1 Mar
10
Rp. 15.000
Rp.    150,000

220

Rp. 3,440,000




Persediaan akhir
Unit
Harga /unit
Total
Persediaan dari pembelian 27 Mar
50
Rp. 15.000
Rp. 750,000

LIFO Perpetual

Tanggal
Pembelian
Penjualan
Balance
Unit
Harga /unit
Total
Unit
Harga /unit
Total
Unit
Harga /unit
Total
Mar 1






60
15.000
900,000
5
140
15.500
2,170,000



60
15.000
900,000







140
15.500
2,170,000
14



140
15.500
2,170,000
10
15.000
150,000




50
15.000
750,000



27
70
16.000
1,190,000



10
15.000
150,000







70
16.000
1,120,000
29



30
16.000
480,000
10
15.000
150,000







40
16.000
640,000
31






10
15.000
150,000







40
16.000
640,000


AVCO /Average Cost

 Average Cost (AVCO) atau biasa juga disebut sebagai sistem Weighted Average Cost
WAC adalah menghitung persediaan akhir dan harga pokok penjualan berdasarkan perhitungan rata-rata biaya per unit persediaan. Seperti metode FIFO dan LIFO, AVCO juga diterapkan secara berbeda dalam sistem periodik dan sistem perpetual.
Biaya rata-rata = Total biaya seluruh persediaan ÷ Jumlah total seluruh persediaan
Dalam sistem periodik, penghitungan harga rata-rata per unit dihitung untuk seluruh persediaan yang ada. Harga rata-rata kemudian dikalikan dengan jumlah unit yang terjual dan jumlah unit pada persediaan akhir untuk mengetahui harga pokok penjualan dan nilai persediaan akhir masing-masing. Sedangkan dalam sistem persediaan perpetual, kita harus menghitung nilai rata-rata harga per unit setiap transaksi penjualan yang akan dilakukan.

Contoh pembukuan AVCO / WAC --------------------------------------------------------------------
Mar 1
Persediaan awal
60 unit @ Rp. 15.000 per unit
5
Pembelian
140 unit @ Rp. 15.500 per unit
14
Penjualan
190 unit @ Rp. 19.000  per unit
27
Pembelian
70 unit @ Rp. 16.000 per unit
29
Penjualan
30 unit @ Rp. 19.500  per unit

Pembukuan

AVCO Periodik

Unit tersedia untuk dijual
= 60 + 140 + 70
= 270
Unit terjual
= 190 + 30
= 220
Unit di akhir persediaan
= 270 − 220
= 50




Biaya rata-rata
Unit
Harga /unit
Total
Persediaan 1 Mar
60
Rp. 15.000
Rp. 900,000
Pembelian 5 Mar
140
Rp. 15.500
Rp. 2,170,000
Pembelian 27 Mar
70
Rp. 16.000
Rp. 1,120,000

270
* Rp. 15.520
Rp. 4,190,000
* Rp. 4,190,000 ÷ 270







Harga Pokok Penjualan
220
Rp. 15.520
Rp. 3,414,000
Persediaan akhir
50
Rp. 15.520
Rp. 776,000




AVCO Perpetual

Tanggal
Pembelian
Penjualan
Balance
Unit
Harga /unit
Total
Unit
Harga /unit
Total
Unit
Harga /unit
Total
Mar 1






60
15.000
900,000
5
140
15.500
2,170,000



60
15.000
900,000







140
15.500
2,170,000







200
15.350
3,070,000
14



190
15.350
2,916,000
10
15.350
154,000
27
70
16.000
1,120,000



10
15.350
154,000







70
16.000
1,120,000







80
15.920
1,274,000
29



30
15.920
478,000
50
15.920
796,000
31






50
15.920
796,000


FEFO / First Expired First Out

Barang Dengan Tanggal Expired Paling Cepat, Barang Yang Lebih Dulu Keluar. Sistem FEFO ini sangat tepat diaplikasikan untuk meningkatkan pelayanan kepada konsumen sebagai nilai tambah pada toko anda. Semakin banyak toko yang menerapkan sistem ini, termasuk toko sparepart.
Sistem ini biasanya diterapkan pada barang-barang konsumsi dengan pengawasan dan penyimpanan yang ketat. Pada saat barang masuk, maka pemilik toko harus melihat tanggal kadaluarsanya. Jadi meskipun barang datang duluan atau belakangan jika tanggal kadaluarsanya lebih dekat maka harus dijual terlebih dulu. Perhatikan penempatan barang tersebut pada rak toko /rak gondola, pastikan barang yang expired lebih cepat harus berada pada posisi paling depan, sehingga akan diambil terlebih dulu oleh pembeli. Contoh barang dagangan yang biasanya menggunakan sistem ini adalah makanan/minuman kaleng, minuman dalam kemasan, obat-obatan, voucer pulsa,dll. Ilustrasi mudah dapat kita temukan pada layanan IGD sebuah rumah sakit. Tidak peduli siapa yang datang duluan atau belakangan, tetapi yang paling gawatlah yang akan dilayani terlebih dulu.
Contoh pembukuannya bagaimana?
Pada pembukuan akuntansi konvensional untuk LIFO maupun FIFO dapat diterapkan juga untuk sistem ini. Pada aplikasi flow persediaan barang di gudang seperti WMS (Warehouse Manajement System) juga telah tersedia pula.
Beberapa sistem manajemen persediaan / stok barang yang telah diuraikan diatas dapat anda jadikan sebagai acuan pembukuan toko kelontong modern anda. Salah satu trik untuk membuat toko anda lebih menarik adalah kerapian dan keindahan tampilan rak toko yang rapi dan tidak tertumpuk-tumpuk kardus persediaan barang, sebaiknya anda menyimpan sebagian persediaan di dalam rak gudang. Percayakan rak toko dan rak gudang anda kepada Sentra Rak yang telah berpengalaman memproduksi rak berkualitas kepercayaan beberapa ritel besar di Indonesia.


Comments

Popular posts from this blog

Cara Membuat dan Menggunakan Planogram Toko Kelontong Modern

Menata barang dagangan di toko dirasa penting dalam mempertahankan sebuah toko yang menguntungkan. Display dan penataan yang baik akan memudahkan anda dalam mengelola flow barang. Selain itu display yang rapi dan terprogram akan tampak lebih menarik bagi pelanggan. Seiring meningkatnya persaingan, para distributor dan pengusaha ritel menjadi lebih sadar akan pentingnya merchandising produk dengan benar. Kesadaran itu mengarah pada tampilan penjualan, perencanaan, dan alat pemasaran lainnya yang lebih baik. Untuk mewujudkan penataan yang baik dalam sebuah toko, kita butuh sebuah planogram. Apa itu planogram? Planogram adalah diagram visual, denah, sketsa, atau gambar, yang memberikan detail jumlah dan dimana setiap produk ditempakan di rak minimarket dalam sebuah toko untuk memaksimalkan penjualan. Planogram merupakan bagian dari rencana  visual merchandising. Skema ini tidak hanya menampilkan lokasi sebuah barang dikelompokkan di dalam tata letak toko tetapi juga menunjukk...

Cara Memulai Usaha Minimarket versi WikiHow

Bagian 1. Merencanakan Usaha Minimarket Memulai usaha minimarket , seperti memulai bisnis lain, membutuhkan  modal ,  perencanaan , dan waktu. Minimarket diminati di seluruh dunia, menjadikan sebuah pilihan bisnis yang menjanjikan. Dengan lokasi yang tepat, item barang yang ready stok, dan struktur harga baik, Anda dapat mulai mendapatkan keuntungan dengan cepat setelah membuka minimarket Anda. Baca terus untuk mempelajari cara memulai minimarket sendiri. Putuskan apakah Anda ingin memulai toko Anda dari nol atau membeli kerjasama waralaba. Banyak modal yang akan diperlukan dalam pilihan kedua, tetapi waralaba mungkin lebih mudah dalam hal pemasaran, periklanan, dan manajemen lainnya. Anda mungkin harus membayar biaya waralaba dari keuntungan Anda, tetapi ini mungkin jauh lebih mudah daripada melakukan semuanya sendiri. Kembangkan rencana bisnis dan pemasaran Anda , terlepas dari apakah Anda membuka minimarket atau waralaba Anda sendiri. Meskipun mungkin sedikit berbed...

10 Tips Membuat Nama Usaha Toko Simpel Unik Dan Menarik

Bisnis selalu butuh nama, dan nama usaha adalah sebuah brand. Keunikan bukan berarti kita bebas membuat nama yang aneh-aneh. Nama akan berpengaruh besar pada bagaimana investor atau pelanggan memandang bisnismu sepanjang masa, tanpa batas ruang dan waktu. Inilah mengapa harus ada pertimbangan matang, diskusi panjang, sebelum memutuskan untuk memilih nama usaha toko. Tidak jarang suatu perusahaan terpaksa berganti nama, mengubah merek dagang, atau nama bisnisnya. Ada alasan kuat untuk itu. UNIK DAN MELEKAT Orang akan selalu ingat dengan sesuatu yang unik, beda dari yang lain, dengan begitu banyak pemain bisnis, pasti kamu ingin punya nama yang tidak di samai, mudah di ingat sebanyak mungkin orang. Nama yang unik juga di harapkan dapat terus abadi, selalu melekat di benak pelanggan mitra bisnis, investor,dan semua orang. Ini sebuah tantangan, sebab penamaan selalu berubah tren, dari tahun ke tahun sehingga selalu membuat kita sulit menemukan nama yang unik dan mudah diingat. ...

Memulai Usaha Minimarket

Bagian 2. Memulai Usaha Minimarket ..Dengan lokasi yang tepat, item barang yang ready stok, dan struktur harga baik, Anda dapat mulai mendapatkan keuntungan dengan cepat setelah membuka minimarket Anda. Baca terus untuk mempelajari cara memulai minimarket sendiri. Pilihlah lokasi Anda . Lokasi adalah segalanya untuk minimarket. Minimarket adalah toko swalayan dan konsumen harus nyaman untuk melakukannya. Toko kelontong dan minimarket memiliki basis pelanggan lokal yang lebih kuat karena orang tidak ingin pergi jauh-jauh untuk membeli segala kebutuhannya, sementara toko-toko di dekat jalan raya biasanya mendapatkan lalu lintas dari wisatawan yang tidak begitu akrab dengan daerah tersebut.Idealnya, toko setara minimarket harus ‘terlihat’ dan harus memiliki lahan parkir yang nyaman atau ramai lalu lintas pejalan kaki di area luarnya seperti di terminal transportasi, mall, atau kompleks perkantoran.Untuk menemukan lokasi terbaik untuk minimarket, perusahaan besar menggunakan Geogr...

Stock Opname Pada Retail Modern

Pengertian Stock Opname menurut tata pergudangan adalah kegiatan mendata fisik barang dengan cara mencocokan dengan stock pada system. Istilah stock opname bisa juga di sebut dengan istilah stock take. Proses ini biasanya melibatkan lokasi, rak, lot, gudang, serta barang dan jumlahnya. Stock opname dilakukan sebagai mekanisme dan kontrol terhadap arus masuk (in) dan keluar (out) barang, dimana proses ini akan dilakukan penghitungan stock secara fisik untuk dicocokkan dengan stock yang tercatat di dalam system.   Mengapa Melakukan Stock Opname Lakukan stock opname di toko, jika mempunyai salah satu alasan diantara beberapa alasan berikut : ingin membandingkan laporan tahun lalu atau periode yang lalu dengan laporan yang ada sekarang, m sehingga dapat mengetahui perkembangan usaha dari waktu ke waktu terjadi selisih antara laporan stock kartu dan jumlah akhir stock barang dengan jumlah barang sebenarnya sehingga akan tahu jika ada barang yang hilang. Membandingan j...